Sabtu, 05 Desember 2009

GERAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DAN FILARIASIS DI KOTA CIMAHI


Berita terjangkitnya masyarakat dan pengobatan massal filariasis di Kabupaten Bandung, yang dikabarkan menyebabkan kematian, cukup mendapat perhatian dan menakutkan sebagian masyarakat Kota Cimahi.
Hal ini cukup wajar dikarenakan letak Kota Cimahi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung (marga asih) yaitu sebagian wilayah Kecamatan Cimahi Selatan.

PENYAKIT FILARIASIS/KAKI GAJAH
Filariasis limfatik merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit filaria yang menyerang kelenjar dan pembuluh getah bening.Diagnosis pasti ditegakkan dengan ditemukan mikrofilaria dalam peredaran darah.
Filariasis ditularkan melalui vektor nyamuk Culex quinque-fasciatus di daerah perkotaan dan oleh Anopheles spp., Aedes spp.dan Mansonia spp.di daerah pedesaan. Di dalam nyamuk, mikrofilaria yang terisap bersama darah berkembang menjadi larva infektif. Larva infektif masuk secara aktif ke dalam tubuh hospes waktu nyamuk menggigit hospes dan berkembang menjadi dewasa yang melepaskan mikrofilaria ke dalam peredaran darah.
Filariasis brugia hanya ditemukan di pedesaan sedangkan filariasis bancrofti didapatkan juga di perkotaan.

GERAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK

Di Kota Cimahi telah menjadi kebiasaan dilakukannya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk setiap hari Jumat atau minggu (JUMSIH/MINGSIH) yang disertai kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar rumah. Kegiatan ini sudah berjalan lama, dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dan dilakukan pula oleh aparatur pemerintah kota Cimahi dari setiap SKPD yang melakukan BINA WILAYAH dan tindak sebar di seluruh kota Cimahi.

Pada awalnya kegiatan Jumsih atau Mingsih ini dilakukan untuk menanggulangi penyakit demam berdarah dengue(DBD) yang pada tahun tahun yang lalu sempat membuat KLB/Kejadian Luar Biasa dan cukup meresahkan masyarakat kota Cimahi.
Pada Tahun 2007 Dilakukan kegiatan ROAD SHOW dan CERDAS CERMAT DBD dengan hasil yang cukup membanggakan dikarenakan seluruh elemen masyarakat turut terlibat dalam kegiatan bersih bersih lingkungan dan pemeriksaan jentik, sehingga pada tahun 2008 angka kejadian penyakit demam berdarah Dengue menurun dan membiasakan masyarakat dalam memperhatikan kesehatan lingkungannya agar bebas jentik dan nyamuk.

GERAKAN PSN DAN FILARIASIS
Seperti di awal tulisan, sangat mungkin terjadinya penyebaran penyakit filariasis di perkotaan dan dengan melihat keadaan Kota Cimahi yang sangat padat, maka kegiatan PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) ini dapat pula diterapkan dalam penanggulangan filariasis.
Kegiatan PSN yang telah berjalan baik hanya membutuhkan sedikit sentuhan sehingga tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyebaran penyakit filariasis oleh vektor/hewan penular yaitu nyamuk dapat sampai kemasyarakat dan menumbuhkan kewaspadaan di masyarakat.

Kegiatan di masyarakat tidak dapat menunggu hingga ditemukannya penderita filariasis di Kota Cimahi tetapi harus sesegera mungkin dengan melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada 315 RW maupun kepada RW SIAGA yang ada sehingga kesiapsiagaan di masyarakat akan terbentuk.

Pemeriksaan darah untuk mencari larva maupun cacing yang seringkali menunjukkan hasil negatif karena beberapa faktor, seharusnya diabaikan dahulu karena peran serta masyarakat dalam sistem kewaspadaan penanggulangan penyakit filariasis lah yang utama.

LAKUKAN TERUS GERAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK...CIMAHI BEBAS JENTIK...CIMAHI BEBAS DBD ...BEBAS FILARIASIS

FILARIASIS ( KAKI GAJAH)



Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Pada tanggal 8 April 2002 Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mencanangkan dimulainya eliminasi penyakit Kaki Gajah di Indonesia dan telah menetapkan eliminasi Kaki Gajah sebagai salah satu program prioritas. Sebagai pedoman Pengendalian Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer : 1582/MENKES/SK/XI/2005 Tanggal 18 Nopember 2005. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
* W. bancrofti perkotaan vektornya culex quinquefasciatus
* W. bancrofti pedesaan: anopheles, aedes dan armigeres
* B. malayi : mansonia spp, an.barbirostris.
* B. timori : an. barbirostris.



Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).


Faktor yang mempengaruhi : Lingkungan fisik :Iklim, Geografis, Air dan lainnnya, Lingkungan biologik: lingkungan Hayati yang mempengaruhi penularan; hutan, reservoir, vector lingkungan social – ekonomi budaya : Pengetahuan, sikap dan perilaku, adat Istiadat, Kebiasaan dsb, Ekonomi: Cara Bertani, Mencari Rotan, Getah Dsb

Penularan dapat terjadi apabila ada 5 unsur yaitu sumber penular (manusia dan hewan), Parasit , Vektor, Manusia yang rentan, Lingkungan (fisik, biologik dan sosial-ekonomi-budaya)

Diagnosis

Gejala klinis, Gejala Klinis Akut gejala.lokal : Limfangitis, Limfadenitis, Adenolimfangitis/ ADL, Abses, dapat pecah dan sembuh dengan parut Sedangkan gejala. Umum : demam, sakit kepala, rasa lemah(banyak terlihat infeksi dengan B.malayi dan B. timori). Pada infeksi Wuchereria àditemukan demam bila terjadi orkitis, epididimitis,funikulitis & orkalgia.

Gejala klinis kronis

a). Limfedema

Infeksi Wuchereria mengenai seluruh kaki/lengan, skrotum, penis, Vulva vagina & payudara, Infeksi Brugia dapat mengenai kaki / lengan di bawah lutut / siku à Lutut siku masih normal

b). Hidrokel

Pelebaran kantung buah zakar yang berisi cairan limfe. dapat sbg indicator endemisitas filariasis bancrofti.

c). Kiluria

Kencing seperti susuàkebocoran sal limfe di pelvik ginjal , jarang ditemukan

Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.

Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5-10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ).

Kamis, 03 Desember 2009

KAMI DIHARUSKAN "GILA"

Dalam bidang kesehatan semua akar masalah akhirnya kembali ber"muara" kepada promosi kesehatan" dan "Informasi Kesehatan".....mengapa ??

Hal ini disebabkan karena penanganan kesehatan harus berdasarkan kepada data atau evidance base serta tindakan cepat yang berupa kegiatan preventif/pencegahan dan promotif/peningkatan agar tidak sampai menjadi kuratif/pengobatan serta rehabilitatif.

Setiap orang dapat menjadi seorang tenaga promosi kesehatan dan sistem informasi kesehatan, baik itu tenaga kesehatan maupun masyarakat umum dengan syarat bahwa mereka mengerti tentang apa yang dilakukannya.
Sebagai petugas promosi kesehatan maupun petugas sistem informasi kesehatan diperlukan kretifitas dan pemikiran maju ke depan bahkan yang mungkin belum dipikirkan oleh orang lain sehingga terkesan sedikit "nyeleneh" bahkan mungkin mendapatkan cibiran dan pandangan sebelah mata, tetapi hasil dari pemikiran dan kreatifitas itulah maka kegiatan bahkan program dapat berjalan.. itulah kenapa petugas promosi kesehatan dan sistem informasi kesehatan diharuskan "gila" dan "berani karena benar" atau bisa pula "biarkan anjing menggonggong kafilah terus berlalu" karena hasil yang didapatkan akhirnya pun akan dinikmati oleh setiap orang..seluruh masyarakat BUKAN merupakan hasil perorangan walaupun akan ada sebagian yang memanfaatkan moment "Pahlawan kesiangan yang memanfaatkan Kesempatan dalam Kesempitan".... biarkan saja...bukankah WARKOP DKI Dono, Kasino, Indro juga mendapatkan keuntungan besar dari FILM KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN di era 80-an..
Yang terpenting dan terasa menyenangkan bagi Petugas promosi kesehatan adalah manakala program tersebut dapat diterima dan dapat dikembangkan di masyarakat..serta membuahkan hasil yang terlihat.

Petugas Promosi Kesehatan dan Sistem Informasi Kesehatan juga diharuskan "pintar membaca situasi" karena dalam setiap kegiatan maupun pengembangan sistem akan terjadi hal hal diluar perkiraan yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat agar suasana yang telah dibangun ataupun kegagalan sistem dapat ditanggulangi secara tepat.
Kejadian yang seringkali terjadi pada saat transfer/sharing pengetahuan atau penyuluhan kepada audiens/flor/pendengar/masyarakat adalah munculnya kebosanan dan kurangnya perhatian dari audiens/flor/pendengar/masyarakat, hal ini dapat mengakibatkan apa yang disampaikan tidak akan menjadi suatu masukan yang bermanfaat bagi audiens/flor/pendengar/masyarakat.
Disinilah Petugas Promosi Kesehatan dan sistem informasi kesehatan harus tanggap dengan cara mengubah metode penyampaian atau melakukan "breaking" dengan memberikan suatu permainan menarik tetapi tidak lepas dari konteks penyuluhan/pemaparan.

Petugas promosi kesehatan dan sistem informasi kesehatan itu harus "Gila" dalam bekerja karena dengan berkembangnya alat elektronik, petugas tidak boleh "Gaptek" dan harus menguasai teknologi agar apa yang disampaikan dan dikembangkan akan terus menarik dan mengikuti zaman.
Mana mungkin di saat sudah zaman penggunaan infocus..masih menggunakan transparansi..
Seluruh berita, artikel, ilmu pengetahuan dan tetek bengek yang mungkin tidak berguna bagi sebagian orang di dunia maya, merupakan hal yang sangat berarti bagi petugas promosi kesehatan dan SIK dalam mengembangkan kemampuan dan ilmunya.

Bila hasil baik diperoleh yang harus menjadi pegangan petugas promosi kesehatan dan sistem informasi kesehatan adalah seperti yang dikatakan filsuf Tiongkok LAO ZHE "Seseorang bisa mengambil keputusan yang bijak saat dia tidak menanggap dirinya serba pintar. Seseorang bisa dihormati atas jasa-jasanya saat dia tidak membesar-besarkan dirinya. Seseorang bisa mengukir prestasi besar apabila dia tidak sombong"

Maju terus......Stay cool...and TETEP GILA..

Minggu, 29 November 2009

PENGURANGAN DAMPAK BURUK NAPZA /HARM REDUCTION DI PUSKESMAS


Pada kurun waktu 2007 sampai dengan saat ini, didukung dengan dikeluarkannya Permenkokesra no 2/2007 dilakukan kegiatan Pengurangan dampak buruk akibat napza atau yang biasa disebut HARM REDUCTION di Puskesmas. Kegiatan tersebut mendapatkan bantuan dana dari donor asing yang dilakukan kerjasama dengan pemerintah dan LSM.

Pada beberapa kesempatan pertemuan terdapat beberapa perdebatan sengit yang dapat dinilai adalah memperebutkan pepesan kosong, mengapa hal tersebut terjadi disebabkan karena kurang memahaminya setiap pihak yang berkepentingan tentang apa dan tujuan dari program tersebut.
Sebagai contoh :
Puskesmas ditujukan sebagai penyedia pelayanan kesehatan dasar dan juga memberikan Komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tidak terbatas hanya kepada pengguna narkoba suntik/penasun tetapi juga kepada masyarakat. Tetapi apa yang terjadi ternyata pelaksanaan kegiatan tersebut hanya menitik beratkan pada berapa jumlah alat suntik yang terdistribusi...sungguh sangat disayangkan...Padahal diharapkan dengan dilibatkannya puskesmas maka para penasun/penderita HIV dapat terlayani kebutuhannya serta mempermudah dalam mengaksesnya dan bukan hanya sekedar tukar menukar jarum suntik. Disinilah terlihat Bagaimana para stake holder yang telah lama berkecimpung dalam penanggulangan HIV/AIDS tidak mengetahui kriteria pasien yang layak mendapatkan layanan Harm Reduction maupun Harm reduction secara menyeluruh.

Dimana Peran Petugas Promosi Kesehatan


Inti sari dari Promosi Kesehatan adalah adanya Peran serta dan pemberdayaan masyarakat.
Setiap orang dapat menjadi seorang tenaga promosi kesehatan dengan syarat memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup memadai tantang kesehatan / masalah kesehatan yang akan ditanganinya.
Peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS ini bukan hanya terhadap penderita maupun keluarganya saja tetapi lebih jauh kepada seluruh masyarakat.
Penyebarluasan informasi tentang HIV/AIDS ini tidak dapat hanya ditanggulangi oleh tenaga kesehatan saja tetapi juga membutuhkan keaktifan dari masyarakat yang bukan penderita(ODHA)agar penyebaran HIV ini tidak terus meluas, Selain itu juga perlu untuk merubah stigma buruk atau negatif yang ada dimasyarakat tentang HIV/AIDS maupun penderita(ODHA).

Dengan prinsip semakin banyak orang tahu--semakin banyak orang mengerti--semakin banyak harapan --maka stigma tersebut pasti dapat dihilangkan.
Masyarakat dituntut untuk dapat memahami penasun/ODHA...Bagaimana sebaliknya??
Hal ini masih harus terus dicari pemecahan masalahnya yang entah sampai kapan akan ditemukan solusinya....

Salam Perubahan....

Sabtu, 28 November 2009

INFORMASI NILAI GIZI (LABEL) MAKANAN KEMASAN DAN KESEHATAN


Semakin maraknya makanan instan dan siap saji membuat angka obesitas di indonesia semakin tinggi, hal tersebut bukanlah satu satunya penyebab karena gaya hidup yang kurang aktif maupun kurangnya olah raga juga meningkatkan angka kesakitan penyakit degeratif seperti diabetes/kencing manis, penyakit jantung koroner dan lain lain.

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda beda tergantung pada aktifitasnya, Rata rata untuk ukuran wanita yang cukup aktif, atau pria yang tidak terlalu aktif, dibutuhkan konsumsi 2,000 kalori setiap harinya. Wanita yang sangat aktif, pria yang aktif dan remaja laki-laki dalam masa pertumbuhan mungkin membutuhkan hingga 2,500 kalori setiap harinya. Bagaimana kita mencukupinya tergantung pada apa yang kita konsumsi. Bagaimana dengan makanan kemasan ?.

Setiap kemasan makanan atau minuman umumnya mencantumkan label yang berisi kandungan nutrisi dalam produk tersebut. Tapi seringkali hal sepele ini tidak kita perhatikan. Padahal, denganmengerti label tersebut dapat membantu membuat pilihan yang bijak.
hal yang penting untuk diperhatikan adalah sebagai berikut :


Ukuran (Porsi) Penyajian

angka ini diletakkan paling atas dengan alasannya agar informasi kandungan gizi yang berada pada deretan selanjutnya diperhitungkan berdasarkan satu porsi penyajian. Total kalori dihitung untuk setiap porsi, termasuk total kalori dari lemak. Jadi pastikan untuk melihat porsi penyajian per kemasan. Contohnya, pada label sekantong keripik Jagung berat 160 gr, tertulis kalori per porsi penyajian yaitu 28gr sebesar 10 kkal, berarti dalam satu kantong itu ada 6 sajian yang seluruhnya mengandung 840 kalori!
Yang berarti bila kita mengemil 1 bungkus sudah memenuhi hampir setengah kebutuhan kalori kita.

Lemak

Yang lebih penting dari pada jumlah total lemak adalah jumlah lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal dan lemak trans. Anda perlu mengetahui apakah suatu makanan mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan lemak trans, serta lebih banyak lemak tak jenuh ganda dan tunggal. Perlu diingat bahwa “bebas lemak” tidak sama dengan “bebas kalori”. Kebanyakan makanan yang bebas lemak atau rendah lemak telah mendapat tambahan gula.

Kolesterol

Merupakan zat kimia serupa lemak yang merupakan komponen penting sebagai penyusun membran sel, lapisan penutup serat saraf, dan pembangun hormon dalam tubuh. Hanya produk makanan hewani yang mengandung kolesterol. Orang dewasa disarankan untuk membatasi asupan kolesterol harian sebanyak 300 miligram. Kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.

Sodium/garam

Batas per hari yang direkomendasikan untuk rata-rata orang dewasa adalah 2,300 miligram. Terlalu banyak sodium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Menurut perhitungan USDA, makanan yang berkadar sodium rendah mengandung tidak lebih dari 140 miligram sodium. Satu porsi penyajian sup ataupun makanan beku mengandung 1,000 miligram sodium bahkan lebih, dan ini mendekati setengah dari batas asupan sodium harian.
Dan kandungan ini penting bagi penderita darah tinggi, seringkali masyarakat indonesia yang menderita darah tinggi dengan diit rendah garam tidak mengetahui bahwa mie instan maupun keripik mengandung garam yang tinggi seringkali pula mereka mengatakan sudah mengurangi makanan berlemak dan hanya memakan sayuran ..tetapi disertai dengan sambal..padahal sambal mempunyai kandungan garam yang tinggi karena penambahan garam agar menambah kelezatannya


Potasium

Takaran mineral ini adalah 4,700 miligram per hari untuk orang dewasa, untuk membantu mencegah tekanan darah tinggi. Namun kekurangan potasium dapat menyebabkan ketidakteraturan irama jantung.

Serat Diet

Rata-rata orang dewasa membutuhkan 21-35 gram serat setiap hari, tapi umumnya jumlah tersebut tidak terpenuhi. Saat membeli roti atau sereal, carilah yang mengandung 3 gram atau lebih serat dalam setiap porsi penyajiannya. Beberapa label mencantumkan apakah serat yang terkandung di dalamnya bersifat larut atau tidak. Kedua jenis serat ini sama pentingnya. Jenis serat yang dapat larut biasanya ditemukan dalam sereal dan buncis yang dikeringkan. Jenis serat ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sementara jenis serat yang tidak larut ditemukan dalam gandum serta pada kulit buah dan sayur. Serat jenis ini dapat melindungi Anda dari penyakit seputar perut dan membantu pencernaan.

Protein

Secara umum, dibutuhkan 45 gram protein untuk tiap 0,5 kg berat badan setiap harinya, bahkan jika Anda sedang menyusui ataupun Anda seseorang yang sangat aktif. Kebanyakan orang-rang Amerika dan eropa memperoleh asupan protein dengan sangat mudah (kecuali bagi vegetarian) berbeda dengan orang indonesia.

Vitamin dan Mineral

Daftar ini biasanya meliputi jenis vitamin dan mineral yang terdapat dalam makanan alami, bersama dengan apapun yang ditambahkan ke dalamnya, serta persentase nilai harian untuk masing-masing jenis ini.

PESAN DASAR GIZI SEIMBANG


1. Makanlah aneka ragam makanan.
Makanan aneka ragam adalah hidangan dengan menu yang bervariasi, paling sedikit terdiri dari :
Satu jenis makanan pokok.
Satu jenis lauk pauk.
Satu jenis sayuran dan buah-buahan.

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.
MENGKONSUMSI MAKANAN SECUKUPNYA DAN DI - SESUAIKAN DENGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI

3. Makanlah makanan sumber Karbohidrat, ½ dari kebutuhan energi.
KARBOHIDRAT MERUPAKAN SUMBER ENERGI UTAMA DALAM TUBUH

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak s/d ¼ dari kebutuhan energi.
MENGHINDARI KONSUMSI LEMAK/MINYAK YANG DAPAT BERDAMPAK BURUK TERHADAP ASUPAN
KALORI DALAM BENTUK LEMAK THD TUBUH

5. Gunakan Garam beryodium.
Merupakan garam konsumsi yang telah di+ dengan Kalium Iodat sebanyak 30-80 ppm yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh

6. Makanlah makanan sumber zat besi.
Manfaat Zat Besi :
Untuk pertumbuhan sel darah merah.
Untuk mencegah terjadinya anemia.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Lauk Hewani ; hati, telur, daging
Lauk Nabati : tahu, tempe, kacang-kacangan, Sayuran hijau.

7. Berikanlah ASI saja kepada bayi s/d usia 4 bulan.
ASI adalah makanan utama dan terbaik untuk bayi karena mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai dengan usia 6 bulan

8. Biasakanlah makan pagi.
Apabila sesorang tidak membiasakan sarapan, maka kadar
gula darah akan mengalami penurunan, kurang tenaga,
badan menjadi lesu, keringat dingin serta kurang konsentrasi

9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya.

Kebutuhan air minum bagi orang dewasa minimal 2 liter/hari
Fungsi air : Mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.
Mengatur suhu dalam tubuh.
Melancarkan distribusi zat gizi dalam tubuh.

10. Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur.

11. Hindari minuman beralkohol.

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
Perhatikan label nutrisi pada makanan kemasan, hindari makanan yang tidak jelas pembuatan nya atau cara proses pembuatannya



13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

KUNJUNGAN PESERTA KONFERENSI NASIONAL PROMOSI KESEHATAN KE-5 DI KOTA CIMAHI

Pada Rabu 25 November 2009, Kota Cimahi kembali dikunjungi oleh peserta konferensi Nasional Promosi Kesehatan ke-5 yang berlansung di hotel horizon, Bandung 22-25 november 2009.
Kunjungan lapangan tersebut untuk melihat Peran serta masyarakat Kota Cimahi dalam berperilaku sehat yang dapat mempengaruhi peningkatan derajat kesehatan sehingga terwujud Kota Cimahi Mandiri dan Sehat 2012.

Adapun lokasi yang didatangi adalah RW 13 Kel. Cibabat untuk melihat keatifan RW Siaga di Kota Cimahi, RW 6 Kel. Citeureup melihat peran serta masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan juru pemantau jentik (JUMANTIK) serta kegiatan bersih lingkungan, SDIT Nurul Aulia untuk melihat sejauh mana kegiatan kantin sehat, UKS serta Poliklinik berjalan serta Persatuan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kec. Cimahi Selatan dalam peran sertanya memberantas TBC di Kota Cimahi dengan melibatkan kader TB, Kader PMO dan juga Kader PKK.

Peserta kunjungan lapangan di terima oleh Bapak Walikota Ir.H.Itoc Tochija.MM beserta jajarannya, ketua dan wakil ketua PKK, Forum Kota Sehat (FKS)serta perwakilan LPM. Dalam kesempatan itu Walikota memberikan paparan tentang kegiatan Kota sehat dan RW Siaga yang saat ini dilakukan di Kota Cimahi.
Setelah mendapatkan paparan bapak Walikota serta melihat kegiatan secara langsung dilokasi tersebut, sebagian besar peserta mengakui bahwa mereka tertarik serta mengapresiasi seluruh kegiatan yang ada di masing masing lokasi dan menyatakan bahwa sangat lah wajar bila kota Cimahi mendapatkan Predikat KOTA SEHAT dan KOTA SIAGA.

Saat kegiatan tersebut berlangsung, sangat banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta kunjungan yang dijawab oleh sendiri kader tanpa bantuan sedikitpun dari aparatur pemerintah, sehingga terlihatlah bahwa kegiatan tersebut memang telah dilaksanakan di masyarakat tanpa direkayasa.
Ketertarikan para peserta tersebut dicetuskan dengan mengemukakan bahwa mereka mendapatkan hal yang baru dan baik selama dalam kunjungan serta akan mencoba untuk menerapkannya di tempat mereka berasal walaupun kendala akan mereka rasakan karena bila dibandingkan dengan Kota Cimahi yang telah baik koordinasinya di tingkat pemerintahan maupun masyarakat.

Karena antusias yang besar baik dari masyarakat dalam mmberikan jawab setiap pertanyaan dan permasalahan yang diajukan serta antusiasme para peserta kunjungan, tak terasa telah melewati waktu yang telah ditentukan, sehingga para peserta kembali dengan membawa kesan yang mendalam tentang KOTA CIMAHI MANDIRI, SIAGA dan SEHAT 2012.

TERIMA KASIH MASYARAKAT CIMAHI
SALUYU NGAWANGUN JATI MANDIRI..........